Bepikir cerdas untuk perubahan indonesia lebih baik
Baru-baru ini indonesia dikejutkan dengan kenaikan BBM yang melambung tinggi, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sungguh sangat memberatkan masyarakat golongan bawah, yang miskin makin miskin, dan bahkan untuk mendapatkan sesuap nasi butuh suatu perjuangan yang keras.
Ah indonesia, kapan kekayaan alam mu bisa kami nikmati. Kami hidup dalam kelimpahan hasil bumi mu, namun kami hanya bisa menelan ludah melihat orang lain menikmati hasil bumi kami.
Bapak pengambil kebijakan, apakah engkau tidak pernah melihat kami. Dipingiran jalan raya, dipelantaran toko, di sudut-sudut kota besarmu. Apakah kaca mobil mewahmu begitu gelap sehingga kau tidak pernah melihat kami. Apakah dengan sibuknyaengkau mengatur negara ini, engkau tidak bisa lagi sempat terpikir kami. Wahai bapak, kami tidak salahkan engkau akan kenaikan BBM yang menjadikan keputusan mu untuk mengurangi subsidi, namun kami hanya kecewa, kenapa kebijakan yang dibuat dikatakan untuk kesejahteraan kami masa mendatang, namun engkau tidak menmikirkan hidup kami masa sekarang. Kami bisa kelaparan denga harga yang melonjak naik, para bayi dan balita penerus masa depan bangsa harus menaggung kekurangan gizi karena sang ibu tidak bisa lagi memnuhi kenbutuhan gizi. Asupan energi para mahasiswa dan pekerja menurun karena harus membatasi konsumsi makanan setiap hari. Dan prokduktivitas kerja menurun karena semangat kerja yang tidak lagi kuat, stamina menurun dan sehingga produksi turun drastis. Apakah sudah pantas bapak, kebijakan yang engkau buat, apakah saatnya sudah tepat.
Mungkin dimasa depan rencanamu berhasil, namun banyak persoalan anak bangsa kedepan yang mesti menjadi perhatianmu. Jika saja para anak penerus dimasa depan, yang akan menjalankan roda pemerintahan dan pembangun bangsa dimasa mendatang tidak dipersiapkan dengan baik, apakah indonesia akan bisa berjaya sesuai citacita yang kau inginkan.
Kebijakanmu memang sungguh baik, kami juga sudah muak melihat banyaknya kendaraan pribadi mengotori lingkungan kami, kami sudah muak dengan kemewahan yang hanya ditampakkan oleh para pecinta dunia, kami muak dengan mereka yang hanya menguntungkan diri sendiri, murahnya BBM selama ini bukan untuk kami, dapat sesuap nasi saja kami sungguh sangat bersyukur, bagaimana kami bisa beli kendaraan. Dan bukan bbm mahal yang kami keluhkan namun dampak yang timbul dari kenaikan tersebut, sesuap nasi yang dulu kami bisa usahakan dengan cucuran keringat, sekarang malah semakin sulit untuk kami dapatkan. Bapak jika engkau memikirkan kami orang bawah, bukan sekarang saatnya kau buat kebijakan. Apakah engkau sudah menyediakan public transportasion yang katanya bisa kami rakyat kecil bisa menikmatinya dengan mudah. Apakah bapak sudah memikirkan bagaimana biaya Kemudan tansportsi untuk distrubusi sembako yang menjadi kebutuhan kami seharihari untuk hidup.
Bapak belum saatnya engkau buat kebijakan, berikanlah kemudahan untuk rakyatmu... kami tidak menuntut banyak. Hanya saja buatlah kebijakan yang setidaknya tidak mebuat kami tambah sengsara.
Baru-baru ini indonesia dikejutkan dengan kenaikan BBM yang melambung tinggi, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sungguh sangat memberatkan masyarakat golongan bawah, yang miskin makin miskin, dan bahkan untuk mendapatkan sesuap nasi butuh suatu perjuangan yang keras.
Ah indonesia, kapan kekayaan alam mu bisa kami nikmati. Kami hidup dalam kelimpahan hasil bumi mu, namun kami hanya bisa menelan ludah melihat orang lain menikmati hasil bumi kami.
Bapak pengambil kebijakan, apakah engkau tidak pernah melihat kami. Dipingiran jalan raya, dipelantaran toko, di sudut-sudut kota besarmu. Apakah kaca mobil mewahmu begitu gelap sehingga kau tidak pernah melihat kami. Apakah dengan sibuknyaengkau mengatur negara ini, engkau tidak bisa lagi sempat terpikir kami. Wahai bapak, kami tidak salahkan engkau akan kenaikan BBM yang menjadikan keputusan mu untuk mengurangi subsidi, namun kami hanya kecewa, kenapa kebijakan yang dibuat dikatakan untuk kesejahteraan kami masa mendatang, namun engkau tidak menmikirkan hidup kami masa sekarang. Kami bisa kelaparan denga harga yang melonjak naik, para bayi dan balita penerus masa depan bangsa harus menaggung kekurangan gizi karena sang ibu tidak bisa lagi memnuhi kenbutuhan gizi. Asupan energi para mahasiswa dan pekerja menurun karena harus membatasi konsumsi makanan setiap hari. Dan prokduktivitas kerja menurun karena semangat kerja yang tidak lagi kuat, stamina menurun dan sehingga produksi turun drastis. Apakah sudah pantas bapak, kebijakan yang engkau buat, apakah saatnya sudah tepat.
Mungkin dimasa depan rencanamu berhasil, namun banyak persoalan anak bangsa kedepan yang mesti menjadi perhatianmu. Jika saja para anak penerus dimasa depan, yang akan menjalankan roda pemerintahan dan pembangun bangsa dimasa mendatang tidak dipersiapkan dengan baik, apakah indonesia akan bisa berjaya sesuai citacita yang kau inginkan.
Kebijakanmu memang sungguh baik, kami juga sudah muak melihat banyaknya kendaraan pribadi mengotori lingkungan kami, kami sudah muak dengan kemewahan yang hanya ditampakkan oleh para pecinta dunia, kami muak dengan mereka yang hanya menguntungkan diri sendiri, murahnya BBM selama ini bukan untuk kami, dapat sesuap nasi saja kami sungguh sangat bersyukur, bagaimana kami bisa beli kendaraan. Dan bukan bbm mahal yang kami keluhkan namun dampak yang timbul dari kenaikan tersebut, sesuap nasi yang dulu kami bisa usahakan dengan cucuran keringat, sekarang malah semakin sulit untuk kami dapatkan. Bapak jika engkau memikirkan kami orang bawah, bukan sekarang saatnya kau buat kebijakan. Apakah engkau sudah menyediakan public transportasion yang katanya bisa kami rakyat kecil bisa menikmatinya dengan mudah. Apakah bapak sudah memikirkan bagaimana biaya Kemudan tansportsi untuk distrubusi sembako yang menjadi kebutuhan kami seharihari untuk hidup.
Bapak belum saatnya engkau buat kebijakan, berikanlah kemudahan untuk rakyatmu... kami tidak menuntut banyak. Hanya saja buatlah kebijakan yang setidaknya tidak mebuat kami tambah sengsara.


0 komentar:
Posting Komentar