Perlunya Kesadaran Masyarakat untuk Ikut Berpartisipasi dalam Mengatasi Masalah Penanggulangan Sampah di Lingkungan Sekitar

by 06.24 0 komentar
 Perlunya Kesadaran Masyarakat untuk Ikut Berpartisipasi dalam Mengatasi Masalah Penanggulangan Sampah di Lingkungan Sekitar
Oleh
Nisa Fitri Yanti

Abstrak
Permasalahan sampah yang semakin hari semakin sulit diatasi,lama-kelamaan akan menimbulkan banyak akibat buruk bagi masyarakat sekitar. Sistem pengelolaan sampah tidak bisa berjalan  dengan baik bila semuanya dijalankan oleh pihak pemerintahan saja, oleh karena itu untuk mencapai sistem yang lebih baik dalam pengelolaan tersebut, perlu adanya kesadaran masyarakat untuk dapat ikut berpartisipasi dalam menanggulangi permasalahan sampah di lingkungan sekitarnya. Pengelolaan sampah yang benar perlu diterapkan oleh masyarakat yang merupakan penghasil dari sampah-sampah itu sendiri. Masyarakat haruslah bisa membedakan mana yang merupakan sampah organik dan mana yang merupakan sampah an-organik, agar sampah-sampah tersebut bisa diolah dengan baik. Bila sampah tersebut telah dipilah-pilah maka akan lebih mudah bagi petugas kebersihan untuk menentukan sampah mana yang bisa untuk didaur ulang. Dengan adanya sampah yang di  daur ulang dengan baik juga akan mendatangkan manfaat bagi peningkatan di bidang ekonomi .
Kata kunci
Sampah,Organik,an-organik,daur ulang.
1.Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Sampah merupakan permasalahan yang saat sekarang cukup rumit untuk diatasi. Semakin hari sampah yang dihasilkan semakin bertambah jumlahnya, hal ini disebabkan semakin banyaknya aktivitas penduduk setiap harinya yang menghasilkan  banyak sampah. Keadaan ini apabila tidak segera di tanggulangi akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

Dalam mengatasi hal ini bukan hanya dari pihak pemerintah saja yang seharusnya turun tangan untuk menanggulangi sampah tersebut, kesadaran dari seluruh masyarakat itu sendiri juga sangat di butuhkan dalam meminimalisir sampah-sampah yang menumpuk di lingkungan  tersebut. Setidaknya adanya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan sudah merupakan bentuk partisipasi yang sangat berpengaruh untuk kelancaran pengolahan sampah tersebut.
 Namun, pada kenyataan yang kita lihat saat sekarang ini masih banyak dari masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan sekitar perlu dijadikan suatu perhatian khusus, karena sangat berdampak besar bagi kelancaran pengelolaan sampah tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
Karya ilmiah ini membahas tentang masalah yang berkaitan dengan penanggulangan sampah dan partisipasi masyarakat untuk ikut serta dalam penaggulangan sampah di lingkungan.
1.3 Batasan Masalah
Batasan masalah yang dikemukakan dalam karya ilmiah ini adalah senbatas  mengenai bagaimana cara masyarakat untuk berpartisipasi dalam penanggulangan sampah di lingkungan masyarakat.
1.4 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang penaggulangan sampah yang benar dan juga untuk dapat mengetahui apa yang harus dilakukan masyarakat untuk bisa berpartisipasi dalam menanggulangi masalah sampah di lingkungan.



1.5 Manfaat
          Dari hal-hal yang diuraikan diatas manfaat dari karya ilmiah ini adalah agar pembaca dapat memahami bagaimana penanggulangan sampah yang benar. Dan juga pembaca dapat ikut berpartisipasi dalam mengatasi sampah yang ada dilingkunagan sekitarnya.
2. Inti tulisan
2.1  Teori
 Sampah adalah sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan manusia termasuk kegiatan industri tetapi bukan biologis karena kotoran manusia (human waste) tidak termasuk kedalamnya.
Banyaknya sampah-sampah yang menumpuk setiap harinya semuanya berasal dari berbagai sumber yaitu:
a.       Sampah yang berasal dari pemukiman.
b.      Sampah dari tempat umum.
c.       Sampah dari perkantoran
d.      Sampah dari jalan raya.
e.       Sampah dari industri.
f.       Sampah dari pertanian dan perkebunan.
g.      Sampah dari pertambangan.
h.      Sampah dari perternakan dan perikanan.
Sampah jika dilihat dari bahan kimia yang dikandungnya, dapat dibagi 2 yaitu :
a.       sampah an-organik
Merupakan sampah yang umumnya tidak dapat membusuk, misalnya: logam, besi, pecahan gelas, plastik dan sebagainya.
b.      Sampah organik
Sampah yang dapat membusuk, misalnya :sisa-sisa makanan, daun-daunan ,buah-buahan dan sebagainya.
         
          Sistem pengelolaan sampah mempunyai banyak pengaruh bagi lingkungan sekitar, untuk itu diperlukan suatu sistem pengelolaan yang baik dan teratur.
        Sampah erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat, karena dari sampah sampah tersebut akan hidup berbagai mikro organisme penyebab penyakit (bakteri patogen). Oleh sebab itu sampah harus dikelola dengan baik sampai tidak mengganggu atau mengancam kesehatan masyarakat. Pengelolaan sampah yang baik, bukan saja untuk kepentingan kesehatan saja, tetapi juga untuk keindahan lingkungan (Notoatmodjo,2003:168).[1]
          Pengolahan sampah yang benar agar tidak tidak terjadi gangguan terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup adalah sebagai berikut :
a.       Pengumpulan dan pengangkutan sampah
Pengumpulan sampah merupakan tanggung jawab dari para penghasil sampah itu sendiri. Dan pemerintah seharusnya menyediakan tempat penampunagan sampah sementara yang memadai, dan di tempat penampungan sementara tersebut seharusnya dipisahkan tempat sampah yang organik maupun an-organik sehingga sampah yang ditampung tersebut tidak bercampur satu sama lainnya. Dari  para penghasil sampah itu sendiri, sebelum sampah dibawa ke panampunagan sampah sementara sampah dipisahkan antara organik dan an-organik.dan kemudian sampah yang dibuang ketempat pengumpulan sementara dibungkus dengan kantong atau yang lainnya agar sampah yang dikumpulkan tidak berserakan.
Dan kemudian dari tempat penampungan sementara inilah para petugas mengangkut sampah untuk dibawa ke tempat penampungan akhir dan dikumpulkan sesuai jenisnya masing-masing.
b.      Pemusnahan dan pengelolaan sampah
Pemusnahan dan pengolahan sampah bisa dilakukan dengan berbagai cara, yaitu antara lain dengan ditanam atau ditimbun dalam tanah, dibakar dan dijadikan pupuk.
Namun diantara cara diatas cara yang paling baik untuk pengelolaan sampah yaitu bila sampah tersebut sampah organic maka sampah tersebut dapat diolah menjadi pupuk, hal ini akan lebih bermanfaat dan bisa digunakan untuk memupuk tanaman. Apabila sampah tersebut sampah an-organik sampah tersebut bisa didaur ulang kembali. Hal ini sebenarnya bisa dilakukan oleh masyarakat itu sendiri.
2.2 Masalah Pengelolaan Sampah
Permasalahan sampah yang terjadi di Indonesia saat ini adalah semakin banyaknya sampah yang dihasilkan masyarakat, namun masih kurangnya tempat  pembuangan sampah sementara. Pembuangan sampah yang tidak diurus  dengan baik, akan mengakibatkan masalah besar. Begitu juga dengan masalah penanganan sampah di Indonesia masih sebatas pada penanganan  sampah yang hanya diletakkan di tempat terbuka kemudian dibiarkan membusuk dengan sendirinya. Walaupun tempat pembuangan sampah ini sudah dikumpulkan disuatu tempat tertentu. Namun kenyataannya permasalahan sampah masih tidak kunjung selesai.
Karena penumpukan sampah atau pembuangan sampah sembarangan ke tempat terbuka, dapat  mengakibatkan pencemaran tanah. Pembakaran sampah akan mengakibatkan pencemaran udara dan bau sampah yang tidak enakpun akan mengganggu penciuman orang-orang yang melewatinya. Serta sampah juga akan mengakibatkan pencemaran air yang disebabkan kurang bagusnya tempat dari pengumpulan sampah itu sendiri, yang nantinya bila sampah tersebut terkena hujan, air sampah tersebut  akan meresap ke berbagai tempat yang tidak seharusnya. Bahkan sampah juga akan mengakibatkan tersumbatnya saluran air yang akan memicu terjadinya banjir. Selain itu sampah juga akan menjadi penyebab terjadinya wabah penyakit. Itulah sebagian bentuk masalah yang ditimbulkan oleh sampah apabila penanganannya tarlambat dan tidak  terlaksana sacara sistematis.
Permasalahan sampah ini bukan hanya keterbatasan sarana yang disediakan pemerintah,namun masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk bisa membuang sampah pada tempatnya juga harus menjadi perhatian. Banyaknya sampah berserakan dimana-mana juga akan menyulitkan para petugas untuk mengumpulkan sampah. Selain itu kebiasaan masyarakat yang selalu membuang sampah tanpa memilah-milah terlebih dahulu merupakan pemborosan bahan baku dan juga hal itu akan menghabiskan lahan yang sangat luas untuk penumpukan sampah-sampah tersebut.
2.3 Pembahasan
          Untuk mengatasi masalah-masalah sampah diatas, maka perlu adanya kesadaran dari masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam meminimalisir sampah-sampah yang ada di ssslingkungan sekitar. Membiasakan diri untuk membuang sampah  sesuai pada tempatnya  sudah merupakan suatu bentuk partisipasi masyarakat yang berdampak baik bagi pengelolaan  sampah tersebut. Namun untuk pengelolaan sampah yang lebih baik masyarakat hendaklah dapat menerapakan prinsip-prinsip 4R dalam kesehariannya,yaitu:
1.      Reduce (mengurangi) adalah meminimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
2.      Reuse (memakai kembali) yaitu memilih barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.
3.      Recycle (mendaur ulang) adalah mempergunakan barang-barang yg sudah tidak berguna untuk didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
4.      Replace ( mengganti) yaitu meneliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong kresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.

Apabila masyarakat telah menerapakan hal-hal seperti diatas, maka produksi sampah setiap hari akan lebih berkurang. Tidak hanya sampai disitu, masyarakat penghasil sampah seharusnya juga dapat memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya sebelum di buang ketempat pengumpulan sementara. Dan itu juga akan lebih memudahkan kerja para pengelola sampah , karena sampah yang di kumpulkan sudah terpilah-pilah sesuai dangan jenisnya masing-masing.
Pihak pemerintahpun juga harus mendukung ketersediaan sarana dalam mendukung kelancaran pengelolan sampah tersebut, misalnya pada tempat penampunagan sementara disediakan bak-bak yang kuat dan adanya pemisahan tempat sampah organik dan an-organik, agar semua sampah tersebut tidak tercampur satu sama lainnya. Dengan adanya pemisahan seperti itu para pengelola sampah tidak mempunyai kesulitan untuk memisahkan sampah yang bisa diolah kembali dan mana sampah yang mesti dibawa ketempat penampungan akhir.
3. Simpulan dan Usulan
3.1 Simpulan
          Masalah sampah adalah masalah yang menjadi tanggung jawab dari masyarakat dan juga pemerintah. Dengan adanya kesadaran masyarakat untuk dapat ikut berpartisiapasi dalam menanggulangi sampah di lingkungan sekitarnya, akan membawa pegaruh yang cukup besar dalam membantu tugas para pengelola sampah.
          Begitu juga dukungan dari kelengkapan sarana yang di sediakan pemerintah juga menjadi hal yang sangat penting untuk kelancaran dari pengelolaan sampah itu sendiri.
3.2 Usulan
          Untuk terciptanya kesehatan lingkungan yang baik, diharapkan masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam penangulangan sampah dilingkungan sekitarnya. Dan juga dukungan sarana dari pemerintah sangat diharapkan untuk memperlancar pengelolaan sampah itu sendiri.
Daftar Kepustakaan

“ Masalah Sampah di Indonesia dan Solusinya” dalam  Blog at WordPress.com. diunduh 26 November  2012.
Notoatmodjo,soekidjo. 2003. Prinsip-prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat.Jakarta: Rineka Cipta.
Suyono dan Budiman. 2010.Ilmu Kesehatan Masyarakat dalam Konteks Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC.
“ Upaya Penanggulangan Sampah di Masyarakat dengan Prinsip Re-use” dalam www. Shutterstock.com. diunduh 26 November 2012.
  





[1] Soekidjo  Notoatmodjo,Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat (Jakarta: Rineka Cipta,2003), hal 168

Unknown

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar