Perlunya Kesadaran Masyarakat untuk Ikut Berpartisipasi
dalam Mengatasi Masalah Penanggulangan Sampah di Lingkungan Sekitar
Oleh
Nisa
Fitri Yanti
Abstrak
Permasalahan sampah yang semakin hari semakin sulit diatasi,lama-kelamaan
akan menimbulkan banyak akibat buruk bagi masyarakat sekitar. Sistem
pengelolaan sampah tidak bisa berjalan
dengan baik bila semuanya dijalankan oleh pihak pemerintahan saja, oleh
karena itu untuk mencapai sistem yang lebih baik dalam pengelolaan tersebut,
perlu adanya kesadaran masyarakat untuk dapat ikut berpartisipasi dalam
menanggulangi permasalahan sampah di lingkungan sekitarnya. Pengelolaan sampah
yang benar perlu diterapkan oleh masyarakat yang merupakan penghasil dari
sampah-sampah itu sendiri. Masyarakat haruslah bisa membedakan mana yang
merupakan sampah organik dan mana yang merupakan sampah an-organik, agar
sampah-sampah tersebut bisa diolah dengan baik. Bila sampah tersebut telah
dipilah-pilah maka akan lebih mudah bagi petugas kebersihan untuk menentukan
sampah mana yang bisa untuk didaur ulang. Dengan adanya sampah yang di daur ulang dengan baik juga akan mendatangkan
manfaat bagi peningkatan di bidang ekonomi .
Kata kunci
Sampah,Organik,an-organik,daur ulang.
1.Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Sampah merupakan permasalahan yang saat sekarang cukup rumit untuk
diatasi. Semakin hari sampah yang dihasilkan semakin bertambah jumlahnya, hal
ini disebabkan semakin banyaknya aktivitas penduduk setiap harinya yang
menghasilkan banyak sampah. Keadaan ini
apabila tidak segera di tanggulangi akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan
masyarakat.
Dalam mengatasi hal ini bukan hanya dari pihak pemerintah saja yang
seharusnya turun tangan untuk menanggulangi sampah tersebut, kesadaran dari seluruh
masyarakat itu sendiri juga sangat di butuhkan dalam meminimalisir
sampah-sampah yang menumpuk di lingkungan tersebut. Setidaknya adanya kesadaran
masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan sudah merupakan bentuk
partisipasi yang sangat berpengaruh untuk kelancaran pengolahan sampah tersebut.
Namun, pada kenyataan yang
kita lihat saat sekarang ini masih banyak dari masyarakat yang membuang sampah
sembarangan. Kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan sekitar
perlu dijadikan suatu perhatian khusus, karena sangat berdampak besar bagi
kelancaran pengelolaan sampah tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
Karya ilmiah ini membahas tentang masalah yang berkaitan dengan penanggulangan
sampah dan partisipasi masyarakat untuk ikut serta dalam penaggulangan sampah
di lingkungan.
1.3 Batasan Masalah
Batasan masalah yang dikemukakan dalam karya ilmiah ini adalah
senbatas mengenai bagaimana cara
masyarakat untuk berpartisipasi dalam penanggulangan sampah di lingkungan
masyarakat.
1.4 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang
penaggulangan sampah yang benar dan juga untuk dapat mengetahui apa yang harus
dilakukan masyarakat untuk bisa berpartisipasi dalam menanggulangi masalah
sampah di lingkungan.
1.5 Manfaat
Dari hal-hal yang diuraikan diatas manfaat
dari karya ilmiah ini adalah agar pembaca dapat memahami bagaimana
penanggulangan sampah yang benar. Dan juga pembaca dapat ikut berpartisipasi
dalam mengatasi sampah yang ada dilingkunagan sekitarnya.
2. Inti tulisan
2.1 Teori
Sampah adalah sebagian dari sesuatu yang tidak
dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang yang umumnya berasal
dari kegiatan yang dilakukan manusia termasuk kegiatan industri tetapi bukan
biologis karena kotoran manusia (human waste) tidak termasuk
kedalamnya.
Banyaknya
sampah-sampah yang menumpuk setiap harinya semuanya berasal dari berbagai
sumber yaitu:
a.
Sampah yang berasal dari pemukiman.
b.
Sampah dari tempat umum.
c.
Sampah dari perkantoran
d.
Sampah dari jalan raya.
e.
Sampah dari industri.
f.
Sampah dari pertanian dan perkebunan.
g.
Sampah dari pertambangan.
h.
Sampah dari perternakan dan perikanan.
Sampah jika
dilihat dari bahan kimia yang dikandungnya, dapat dibagi 2 yaitu :
a.
sampah an-organik
Merupakan sampah yang umumnya tidak dapat membusuk,
misalnya: logam, besi, pecahan gelas, plastik dan sebagainya.
b.
Sampah organik
Sampah yang dapat membusuk, misalnya :sisa-sisa
makanan, daun-daunan ,buah-buahan dan sebagainya.
Sistem pengelolaan sampah mempunyai
banyak pengaruh bagi lingkungan sekitar, untuk itu diperlukan suatu sistem
pengelolaan yang baik dan teratur.
Sampah erat kaitannya dengan kesehatan
masyarakat, karena dari sampah sampah tersebut akan hidup berbagai mikro organisme
penyebab penyakit (bakteri patogen). Oleh sebab itu sampah harus dikelola
dengan baik sampai tidak mengganggu atau mengancam kesehatan masyarakat.
Pengelolaan sampah yang baik, bukan saja untuk kepentingan kesehatan saja,
tetapi juga untuk keindahan lingkungan (Notoatmodjo,2003:168).[1]
Pengolahan sampah yang benar agar
tidak tidak terjadi gangguan terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup
adalah sebagai berikut :
a.
Pengumpulan dan pengangkutan sampah
Pengumpulan sampah merupakan tanggung jawab dari para
penghasil sampah itu sendiri. Dan pemerintah seharusnya menyediakan tempat
penampunagan sampah sementara yang memadai, dan di tempat penampungan sementara
tersebut seharusnya dipisahkan tempat sampah yang organik maupun an-organik
sehingga sampah yang ditampung tersebut tidak bercampur satu sama lainnya.
Dari para penghasil sampah itu sendiri,
sebelum sampah dibawa ke panampunagan sampah sementara sampah dipisahkan antara
organik dan an-organik.dan kemudian sampah yang dibuang ketempat pengumpulan
sementara dibungkus dengan kantong atau yang lainnya agar sampah yang dikumpulkan
tidak berserakan.
Dan kemudian dari tempat penampungan sementara inilah
para petugas mengangkut sampah untuk dibawa ke tempat penampungan akhir dan
dikumpulkan sesuai jenisnya masing-masing.
b.
Pemusnahan dan pengelolaan sampah
Pemusnahan dan pengolahan sampah bisa dilakukan dengan
berbagai cara, yaitu antara lain dengan ditanam atau ditimbun dalam tanah,
dibakar dan dijadikan pupuk.
Namun diantara cara diatas cara yang paling baik untuk
pengelolaan sampah yaitu bila sampah tersebut sampah organic maka sampah
tersebut dapat diolah menjadi pupuk, hal ini akan lebih bermanfaat dan bisa
digunakan untuk memupuk tanaman. Apabila sampah tersebut sampah an-organik
sampah tersebut bisa didaur ulang kembali. Hal ini sebenarnya bisa dilakukan
oleh masyarakat itu sendiri.
2.2 Masalah Pengelolaan Sampah
Permasalahan sampah yang terjadi di Indonesia saat ini adalah
semakin banyaknya sampah yang dihasilkan masyarakat, namun masih kurangnya
tempat pembuangan sampah sementara. Pembuangan
sampah yang tidak diurus dengan baik, akan mengakibatkan masalah besar.
Begitu juga dengan masalah penanganan sampah di Indonesia masih sebatas pada
penanganan sampah yang hanya diletakkan
di tempat terbuka kemudian dibiarkan membusuk dengan sendirinya. Walaupun
tempat pembuangan sampah ini sudah dikumpulkan disuatu tempat tertentu. Namun
kenyataannya permasalahan sampah masih tidak kunjung selesai.
Karena penumpukan sampah atau pembuangan sampah sembarangan ke
tempat terbuka, dapat mengakibatkan
pencemaran tanah. Pembakaran sampah akan mengakibatkan pencemaran udara dan bau
sampah yang tidak enakpun akan mengganggu penciuman orang-orang yang
melewatinya. Serta sampah juga akan mengakibatkan pencemaran air yang
disebabkan kurang bagusnya tempat dari pengumpulan sampah itu sendiri, yang
nantinya bila sampah tersebut terkena hujan, air sampah tersebut akan meresap ke berbagai tempat yang tidak
seharusnya. Bahkan sampah juga akan mengakibatkan tersumbatnya saluran air yang
akan memicu terjadinya banjir. Selain itu sampah juga akan menjadi penyebab
terjadinya wabah penyakit. Itulah sebagian bentuk masalah yang ditimbulkan oleh
sampah apabila penanganannya tarlambat dan tidak terlaksana sacara sistematis.
Permasalahan sampah ini bukan hanya keterbatasan sarana yang
disediakan pemerintah,namun masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk bisa
membuang sampah pada tempatnya juga harus menjadi perhatian. Banyaknya sampah
berserakan dimana-mana juga akan menyulitkan para petugas untuk mengumpulkan
sampah. Selain itu kebiasaan masyarakat yang selalu membuang sampah tanpa
memilah-milah terlebih dahulu merupakan pemborosan bahan baku dan juga hal itu
akan menghabiskan lahan yang sangat luas untuk penumpukan sampah-sampah
tersebut.
2.3 Pembahasan
Untuk mengatasi masalah-masalah sampah
diatas, maka perlu adanya kesadaran dari masyarakat untuk ikut berpartisipasi
dalam meminimalisir sampah-sampah yang ada di ssslingkungan sekitar.
Membiasakan diri untuk membuang sampah
sesuai pada tempatnya sudah
merupakan suatu bentuk partisipasi masyarakat yang berdampak baik bagi
pengelolaan sampah tersebut. Namun untuk
pengelolaan sampah yang lebih baik masyarakat hendaklah dapat menerapakan prinsip-prinsip 4R dalam
kesehariannya,yaitu:
1.
Reduce (mengurangi) adalah meminimalisasi
barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan
material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
2.
Reuse (memakai kembali) yaitu memilih
barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal
ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.
3.
Recycle (mendaur ulang) adalah
mempergunakan barang-barang yg sudah tidak berguna untuk didaur ulang. Tidak
semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal
dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
4.
Replace ( mengganti) yaitu meneliti barang
yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai
sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya
memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong
kresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam
karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.
Apabila masyarakat telah menerapakan
hal-hal seperti diatas, maka produksi sampah setiap hari akan lebih berkurang.
Tidak hanya sampai disitu, masyarakat penghasil sampah seharusnya juga dapat
memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya sebelum di buang ketempat pengumpulan
sementara. Dan itu juga akan lebih memudahkan kerja para pengelola sampah , karena
sampah yang di kumpulkan sudah terpilah-pilah sesuai dangan jenisnya
masing-masing.
Pihak pemerintahpun juga harus
mendukung ketersediaan sarana dalam mendukung kelancaran pengelolan sampah
tersebut, misalnya pada tempat penampunagan sementara disediakan bak-bak yang
kuat dan adanya pemisahan tempat sampah organik dan an-organik, agar semua
sampah tersebut tidak tercampur satu sama lainnya. Dengan adanya pemisahan
seperti itu para pengelola sampah tidak mempunyai kesulitan untuk memisahkan
sampah yang bisa diolah kembali dan mana sampah yang mesti dibawa ketempat
penampungan akhir.
3. Simpulan dan Usulan
3.1 Simpulan
Masalah
sampah adalah masalah yang menjadi tanggung jawab dari masyarakat dan juga
pemerintah. Dengan adanya kesadaran masyarakat untuk dapat ikut berpartisiapasi
dalam menanggulangi sampah di lingkungan sekitarnya, akan membawa pegaruh yang
cukup besar dalam membantu tugas para pengelola sampah.
Begitu juga
dukungan dari kelengkapan sarana yang di sediakan pemerintah juga menjadi hal
yang sangat penting untuk kelancaran dari pengelolaan sampah itu sendiri.
3.2 Usulan
Untuk
terciptanya kesehatan lingkungan yang baik, diharapkan masyarakat dapat ikut
berpartisipasi dalam penangulangan sampah dilingkungan sekitarnya. Dan juga
dukungan sarana dari pemerintah sangat diharapkan untuk memperlancar
pengelolaan sampah itu sendiri.
Daftar
Kepustakaan
“ Masalah Sampah di Indonesia dan Solusinya” dalam Blog at WordPress.com. diunduh 26 November 2012.
Notoatmodjo,soekidjo. 2003. Prinsip-prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat.Jakarta: Rineka
Cipta.
Suyono dan
Budiman. 2010.Ilmu Kesehatan Masyarakat
dalam Konteks Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC.
“ Upaya Penanggulangan Sampah di Masyarakat dengan Prinsip
Re-use” dalam www. Shutterstock.com.
diunduh 26 November 2012.
[1] Soekidjo
Notoatmodjo,Prinsip-Prinsip Dasar
Ilmu Kesehatan Masyarakat (Jakarta: Rineka Cipta,2003), hal 168


0 komentar:
Posting Komentar