Bodohnya kita

by 12.33 0 komentar
 by : Nisa Fitri Yanti
 
Meski kadang lelah menerpa, biarkan lelah itu lelah menghampiri mu, saat bosan menyertai, biarkanlah bosan itu merasa bosan untuk berada di sisi mu. saat kaki masih sanggup kau goyangkan, berusahalah untuk tetap terus melangkah, meskipun itu terseok-seok. . . meskipun kau terjatuh berulang kali, bangunlah untuk mencoba berdiri dan kembali melangkah. surga untuk orang-orang yang berjuang hingga titik darah penghabisan.
kita tidak seperti mereka yang berjuang dengan senjata, kita masih diberikan ujian yang mungkin belum bisa secuilpun menandingi mereka, namun mereka kenapa tetap bisa menjaga hatinya, mempertahankan aqidahnya, bagi mereka syahid adalah impian. keimanan mereka bertambah, keistiqamahan mereka terjaga dan itu terbukti dengan bertambahnya hafalan firman Allah setiap harinya. kenapa kita dalam keadaan yang kita anggap tenang, kita lalai akan nikamat yang telah kita dapat. Bukankah sebenarnya kita yang benar-benar dijajah. . . di campur aduk oleh para penista agama, prilaku bahkan pola pikir kitapun, kita biarkan mereka mengisi otak kita dengan semua yang mereka anggap keindahan dunia. bukan kah berarti kita bodoh membiarkan mereka menjajah fikiran kita, mungkin kita merasa bangga, namun sadarlah betapa bodohnya kita. . . .
tetapkan jalanmu, istiqamahlah, yakinlah pada janji-Nya. meski kita merasa banyak godaan di jalan ini, duri dan jalanan terjal terhampar didepan mata, tetaplah berjuang, akhirat jauh lebih indah dari apa yang kau bayangkan. . . .

Unknown

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar