Ternyata, Dia Tetap kakakku

by 17.55 0 komentar

Ternyata, Dia Tetap kakakku
( Nisa Fitri Yanti)

Jika  kamu mengetehui sebenarnya  tidak ada seorang saudarapun yang benar-benar membenci saudaranya yang lain. Semuanya saling membutuhkan satu sama lain,saling memahami dan saling menjaga antara satu dengan yang lain, semua akan lebih indah bila dilakukan bersama-sama dengan mereka. Hanya saja saat kita berada di sekitar mereka terkadang  banyak hal-hal yang membuat kita tidak merasa nyaman, dan bahkan sering kali menimbulkan sebuah pertengkaran dan perselisihan yang membuat kita merasa jauh, mungkin semua itu berawal dari hal-hal yang disebabkan oleh sebuah keselahan kecil dan bahkan mungkin sebuah keselahpahaman.

Itulah hal yang pernah terjadi antara aku dan saudara perempuanku, dia merupakan anak tertua di keluarga kami dan merupakan satu-satunya saudara perempuanku. Pada saat kami bersama-sama kami tak pernah akur dalam keseharian kami, kami seringkali bertengkar, ada saja masalah kecil yang seringkali memicu pertengkaran kami. Satu hal yang membuat ku semakin benci kepada kakak perempuan ku itu adalah dia selalu mendapatkan perhatian lebih dari mama. Semua yang dilakukannya selalu benar oleh mama. Pernah suatu saat kakak ku itu  terlambat pulang sekolah, lewat dari batas waktu yang telah di tentukan. Biasanya kalo kami terlambat pulang kerumah akan ada hukuman yang menanti bila sebelumnya tak memberi kabar terlebih dahulu.
“ Dita,…. Kemana kakakmu masih belum pulang??? Kamu kok ngak bareng kakak dari sekolah?? Tanya mama
“ tadi kata kakak mau belajar bareng temannya ma, jadi dita duluan aja pulangnya…!!!” Kata ku
“ kenapa dia ngak kabarin mama klo pulangnya sampe malam kayak gini,… udah habis magrib lagi…” kata mama
“ Dita juga ngak tau ma, kan dita ngak bareng sama kak Loli tadi……” jawabku
Tiba-tiba terdengar pintu pagar di buka, aku langsung berlarian keluar melihat siapa yang datang. Ternyata kak loli yang baru saja pulang, dan semua bajunya basah kuyup. Sedikit terkejut, namun dalam hatiku ada perasaan senang karena kakak pasti dimarahi mama karena pulangnya kemalaman.
“ dari mana kak, kok basah kuyup…. Katanya belajar kelompok, aku bilang mama ya... “ godaku sambil cengir-cengir
“ bilang aja kalo berani…!!!” Kakak Loli menantangku
Saat langkah kaki mama terdengar menghampiri kami, aku langsung berteriak memanggil mama “ ma…..ini kak loli  baru pulang, basah kuyup lagi ma….” Aduku sambil tersenyum-senyum
“ mana Dit, mana kakakmu…….???” Mama bergegas menghampiri kak Loli, “Loli kemana saja kamu sayang, sudah malam kayak gini …. Kamu basah kuyup lagi, kenapa kamu ngak kabarin mama kalo pulang malam, kalo kenapa-kenapa gimana sayang…. Sudah berapa kali mama bilang Kalo kamu pulang terlambat kabarin mama” kata mama menasehati kak Loli
“ maafin Loli ya ma…., sebenarnya tadi Loli ngak pergi belajar, tapi Loli main ke danau bareng teman-teman, karena keasikan main air kayak ini jadinya ma,Loli basah kuyup…maafin Loli ya ma ” jelas kak Loli
“Ya sudah, kamu kedinginan kan.Ayo cepat masuk!!!” kata mama, mama menoleh kepadaku “Dita , tolong ambilin air panas buat kakakmu” pinta mama
“ tapi ma….kak loli kan pulang terlambat, tadi kak loli juga bohong lagi sama Dita, katanya mau belajar kelompok eh ternyata malah keluyuran ngak jelas kemana. Harusnya kak Loli dapat hukuman dong ma”  kataku
“ Dita!!! Jangan banyak bicara, kamu mama suruh ambilin air panas buat kakakmu” tegur  mama kepadaku.
Ternyata semuanya tidak seperti yang ku bayangkan, kak Loli tidak di marahi oleh mama, mama sangat cemas melihat kak Loli, walaupun dalam hal tersebut itu semua  kesalahan kak Loli sendiri . Berbeda dengan perlakuan mama kepadaku, seandainya tadi aku yang terlambat pulang dari sekolah mama pasti langsung memarahi aku habis-habisan, bilang aku anak yang ngak nurut lah,anak yang ngak disiplin lah dan banyak lagi yang lainnya. Tapi saat itu terjadi pada kak Loli kenapa mama malah bersikap seperti itu, semuanya terasa tidak adil untuk ku.
Saat itu ingin rasanya aku marah dan aku benci kak Loli, kenapa kak Loli bisa mendapatkan perhatian yang lebih dari mama. Sungguh bahagia jika aku menjadi kak Loli. Kutatap kak Loli dengan penuh perasaan benci, kak Loli balas menatap sambil mencibir ku….. Seakan dia merasa dialah pemenangnya pada saat itu, dan kemudian kak Loli berlalu kekamar mengikuti mama.

***
          Minggu ini kami sekeluarga kerja bakti membersihkan rumah, adik-adik dan kakak laki-lakiku membersihkan rumput-rumput yang ada di perkarangan dan aku sendiri mendapatkan bagian membersihkan kaca jendela. Ada yang aneh rasanya hari itu, biasanya aku selalu mengerjakannya bersama kak Loli, walaupun kak Loli sering jahilin aku sambil kerja, semua pekerjaan kami tetap selesai pada waktunya. Tapi sekarang kak Loli tidak akan sering terlihat di rumah setiap hari, karena saat sebulan yang lalu kak Loli sudah tidak ada di rumah karena kak Loli diterima di universitas yang lumayan jauh dari daerah kami.
Seharusnya aku senang kak Loli sudah jauh dari ku, karena sekarang kak Loli tidak akan bisa lagi sering-sering berada di sampingku, tidak ada lagi  yang bisa menyiramku dengan air bekas cucian jendela, kak Loli tidak akan pernah lagi ngomelin aku kalo aku berada dikamarnya tanpa permisi, walaupun hanya untuk sekedar duduk. Kak Loli tidak akan bisa lagi sering- sering marahin aku, dan juga ngak akan ada lagi yang bisa bikin aku ngambek sampai buat aku lari ke kamar mengurung diri, dan terpaksa nahan lapar sampai pagi.
Malam itu aku  tak sengaja mendengar papa sama mama bicara mengenai kak Loli, teman sekampus kak Loli nelfon mama kalo tadi pagi kak Loli pingsan.
“ apa ma…. Loli pingsan lagi???” Tanya papa, dengan wajah cemas
“ iya pa, tadi temannya yang telfon ke mama, Loli pasti kecapekan lagi….” Jawab mama
“ anak itu dari kecil tubuhnya lemah, aktivitasnya tidak bisa seperti anak-anak lain” kata papa
“ iya pa, tapi Lolinya yang susah dibilangin… “jelas mama
          Saat itu aku mulai mengerti kenapa mama selalu mencemaskan kak loli, karena memang sejak kecil kak Loli sering pingsan kalo sudah terlalu banyak mejalankan aktivitasnya, kak Loli memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Namun aku tidak pernah tahu kondisi kak Loli selama ini.
          “ mama…. Kenapa ngak ada yang bilang sama dita kalo kondisi kakak seperti itu” tiba-tiba aku menyela pembicaraan mama dan papa
          “ Dita, sejak kapan kamu disana…..?” Tanya papa, terkejut melihatku
          “ papa kenapa ngak pernah cerita mengenai kak Loli yang seperti itu” desakku ingin tahu
          “kakak mu yang melarang  kami bilang semua ini, dia ngak mau terlihat lemah didepan adik-adiknya, tidak mau terlihat lemah didepanmu. Karena kalo kamu tahu dia merasa nantinya tidak bisa jadi kakak yang baik untukmu.” Jelas papa
          “ iya Dit, kakakmu itu sebenarnya sayang sam kamu, kamu saja yang tidak tahu yang sebenarnya. Saat kalian bertengkar kakakmu sering cerita sama mama, sering kakakmu bilang kalo kamu itu sangat benci sama dia. Sebenarnya kakak mu itu tidak punya niat buat kamu marah, tapi caranya saja yang tidak baik untuk bisa kamu pahami.” Kata mama menjelaskan
          Aku terdiam saat itu, apa benar yang di katakana mama. Kak Loli yang sering kali bertengkar denganku, yang selama ini sangat ku benci ternyata berbeda dengan apa yang ku fikirkan selama ini. Aku merasa bersalah pada kak Loli.,selama ini aku telah membenci kak Loli hanya karena hal-hal yang kecil. Benar kata kak Loli, aku belum cukup dewasa untuk mengerti dan bisa memahami semuanya.
          Malam itu aku terus-terusan kepikiran kak Loli, aku meras bersalah dengan sikapku kepada kak Loli selama ini. Untuk sedikit menenangkan hatiku, aku berusaha untuk menanyakan kabar kak Loli lewat sms, karena aku tidak punya keberanian untuk menelfon kak Loli langsung. Kak Loli tidak membalasnya,namun beberapa saat setelah itu tiba-tiba kak Loli langsung menelfonku.
          “ Dita kamu kesambet dimana tadi, kok bisa kamu nanyain kabar kakak? Kangen ya…, atau kesepian karena ngak ada kakak dirumah, iya kan….?” Kak Loli menngodaku
          “ ngak kok kak, ngapain kangen sama kak Loli… kak loli kan jahat sama Dita.” Jawabku
          “ kamu beneran benci ya sama kakak…., apa gara-gara kita sering bertengkar kamu akan benci kakak? Bahkan kakak udah jauh dari kamu saja kamu masih tetap marah sama kakak?” Tanya kak Loli
          Aku hanya diam, aku tak tahu harus jawab seperti apa pertanyaan kak Loli. Ada hal yang terbersit di hatiku, namun aku tak bisa mengungkapkannya kepada kak Loli. Sementara itu kak Loli melanjutkan kata-katanya.
          “ kakak sebenarnya kagen banget sama kamu, selama disini kakak sering kepikiran sama kamu, kamu ngak ada lagi dekat kakak. Kakak kepikiran kamu disekolah gimana, karena seingat kakak kamu itu sering banget dikerjain teman-temanmu karena kamu terlalu polos ngikutin kemauan mereka.” Kata kak Loli “ kalo kamu masih benci sama kakak karena kakak sering ngejahilin kamu, itu karena kamu sering kali menjauh dari kakak. Jadi Cuma dengan cara itu kakak bisa bicara sama kamu. Sekarang ngak ada lagi yang sering ngambek sama kakak kayak kamu dirumah, kakak kangen sama kamu” Lanjut kak loli
          “ Ooo… jadi kak Loli kangen sama Dita cuma pengen liat dita ngambek lagi, kakak mau marah-marahin Dita lagi, kalo gitu kak loli pulang aja … nanti kakak kan bisa marahin dita sepuasnya ”jawabku sambil tertawa
          “ iya nih Dit, kakak jadi ngak sabaran mau pulang. Kakak pengen bikin kamu nangis lagi aja ya…..” Sela kaka Loli
          “ yang ada aku yang buat kakak nangis , hehe…lihat aja nanti kak” kataku
          “ ok…. Kita lihat aja nanti siapa yang bakalan nangis duluan” kata kak Loli
          Pembicaraan via telfon itu cukup lama berlangsung, aku tidak menyangka kak Loli sangat mengkhawatirkanku, ternyata selama ini aku memang salah memahami kak Loli. Aku berharap mulai hari itu hubungan kami akan menjadi lebih baik, walaupaun nantinya akan tetap ada pertengkaran antara aku dengan kak Loli, aku tidak akan pernah membencinya lagi. Karena aku tahu tidak ada seorang kakak yang tidak menyayangi adiknya, pertengkaran hanyalah bumbu dalam persaudaraan. Dari semua itu aku bisa belajar menjadi lebih dewasa untuk bisa memahami orang lain.

Unknown

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar