sebantar saja rasanya,baru kemaren aku menginjakkan kaki disini, dilerengmu. belum puas rasanya ku menghirup udara segar lerengmu.
belum puas rasanya melihat hijaunya alam sekitarmu.
Hening, karena memang tak ada banyak kendaraan lalu lalang melintasi bukit-bukitmu yang terjal, tak ada banyak suara mesin kendaraan yang melintasi jalan mu yang berbatu. dan juga hening karena tak begitu banyak orang -orang yang lalu-lalang di sekitarmu.
Tak kan ada lagi ku dengar suara kicauan burung-burung yang bernyanyi ria diatas hamparan langitmu. suara jangkrik yang menggema menyambut kedatangan sang malam yang akan menyelimutimu. Dan takkan ada lagi kulihat kerlap-kerlip kunang-kunang yang menerangi sudut-sudut jalanmu.
Kalo di pikir-pikir banyak lagi yang tak bisa ku lihat setelah ku beranjak dari sini, karena semua itu cuma ada disini, di lerengmu, lereng merapi.
semua itu tak ada di kota, semua jauh berbeda. walaupun lerengmu ini tak ramai atau orang-orang bisa menyebutnya terpencil, dan sulit menjangkau mu, semua itu tak kan membuatku berhenti merindukan suasana di saat berada di lerengmu.
Bagiku semua tampak indah, kota-kota sesak yang dipenuh dengan bagunan akan terlihat indah bila berpijak di bukitmu. lampu-lampu kota akan terlihat bagaikan untaian perhiasan bila berada di lerengmu malam hari.
Merapi, tunggu aku kembali. tak boleh seorang pun yang boleh merusak keindahan merapiku.
sampai jumpa lagi merapi.............


0 komentar:
Posting Komentar