Pada sebuah kesempatan
saya menghadiri acara tabliq akbar yang di adakan oleh forum studi islam
fakultas teknik di kampus saya universitas andalas. Pada acara tersebut
pemateri yang diundang adalah seorang penulis terkenal dengan karyakaryanya
yang luar biasa yaitu salim a fillah, yang mana beliau telah mengahasilkan
banyak buku-buku bestseller, seperti lapis-lapis keberkahan, dalam dekapan
ukhuwah, bahagianya merayakan cinta,saksikan bahwa aku seorang muslim dan
banyak lagi karyanya yang lainnya.
Pada kesempatan itu, beliau mengatakan bahwa yang pertama
sekali diajarkan islam itu adalah membaca, seperti halnya perintah membaca yang
turun kepada nabi Muhammad saw yaitu surat al alaq tentang perintah membaca.
Dimana makna surat Al-alaq tersebut terdapat kesimpulannya
dalam surat ali imran ayat 191:
“yaitu)
orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan
berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya
berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia,
Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”
Perintah
mambaca tidak hanya membaca apa yang tertulis, namun membaca segala yang
tampak, segala penciptaan Allah yang maha suci, dan maha agung yang telah
menciptakan alam semesta, dengan segala keagungan bendabenda yang memenuhi
jagat raya ini. Perintah membaca itu
dimaksudkan agar kita bisa menebarkan kebermanfaatan kepada sesama kita, agar
kita bisa mensucikan Allah dari kemudaratan dan agar kita bisa memohon kepada
Allah dengan rasa takut dan akhirnya kita terjaga dari siksaan neraka kelak.
Dengan
membaca kita bisa melihat banyak mukjizat dan keajaiban dalam islam, namun
islam tidak hanya tegak atas dasar keajaibankeajaiban semata. Contohnya saja ditengahtengah kaum bani
israil banyak di tunnjukkan keajaibankeajaiban, namun mereka tidak juga beriman
dengan banyaknya keajaiban tersebut. Seperti keajaiban membelah laut dari
tongkat nabi musa, nabi musa ditelan ikan dll. Setelah melihat keajaiban
tersebut, toh mereka tetap juga dengan keyakinan mereka, tetap ingkar terhadap
ajaran yang dibawa musa. Oleh karena itu, selain keajaiban islam juga tegak
atas dasar ilmu, ilmu merupakan pilar utama agama islam itu sendiri,
sebagaimanan ilmu merupakan dasar kebangkitan peradapan manusia. Karena untuk
membangun peradapan yang pertama sekali ditata adalah bahasa, bahasa merupakan
cerminan dari cara seseorang bersikap. Seperti sebagaimana Allah mengajarkan
Adam, yaitu saat pertama adam sampai didunia,yang paling pertama diajarkan
adalah nama-nama benda.
Begitu pentingnya
peran membaca untuk kebangkitan peradapan manusia, membaca merupakan jendela
ilmu pengetahuan, dengan membaca semua ilmu dan teknologi bisa berkembang
sampai saat sekarang. Namun dengan kebutuhan kita akan ilmu, jangan sampai iman
menjadi pengikut dari perkembangan ilmu tersebut, tetapi jadikanalah imu
sebagai pelayan iman, penguat iman kita, sehingga dengan iman kita bisa membaca
tanda-tanda yang telah
disediakan disekitar kita, membaca tanda alam dengan kekuasaan Allah SWT. Oleh karenanya
orang yang berilmu pada akhirnya menjadi orang yang banyak takutnya kepada
Allah SWT dan dia tidak akan merasa bahwa dia adalah orang yang banyak tahu,
karena sesungguhnya ilmu Allah SWT lebih luas dan hanya secuil bandingannya
dengan ilmu kita.
“agar bisa berilmu, maka anggap diri
sendiri tidak banyak tahu” Salim A. Fillah
Dengan kita beranggapan tidak banyak tahu, maka kita akan selalu berusaha untuk selalu membaca, membaca agar kita bisa tahu dan bertambah tahu.


0 komentar:
Posting Komentar